Entri Populer

Jumat, 24 Juni 2011

Just Photos

 Ini foto kita waktu jalan-jalan di kebun teh.........




ini gw


gw and rizky ( kiri - kanan)
gw sama utiy ( kanan - kiri)
gag ada yang mau take gw, ya udah gw yang take surang

gw n yang lainnya
gw, gevan, imil ( kiri - kanan )
ini dia tea garden nya


gw, gepan, imil, kevin, fajar (kiri - kanan )
susuh nyebutinnya one by one
Buk Dat, Ferdian, Buk sun, Gw ( kiri-kanan )

gw suka gaya lo 
buk dat, ferdi, buk sun, gw ( kiri - kanan )


uti, gw, buk sun, ferdi, buk dat n yang di belakang ( kiri- kanan )

Ini yang di danau ateh

Rifki, Jase, Fajar, Imil, Rizki ( dibelakang )-ahmed, kevin, taufik ( kiri - kanan )

ini gw, ( orang banyak yang gg suka posisi photo kayak gini ) tapi fine2 aja.
gw, bunga, cyko, rifki dab makhluk tuhan yang lainnya yang tengah duduk disana


Ini danaunya
bagus kan?


imil, jase, rifki, ahmed, fajar, rizky

Ibuk dat n Ibuk sun ( kiri - kanan )

hasil jipratan gw

rifki, tika, cyko, pici, perdi, kepin, and so pasti gw

Rabu, 08 Juni 2011

*Musibah 8 hari*

hahahahaha. . . .
Musibah 8 ari, buat gw sih itu lucu y, ya iya lah, musibah kok cuma sepekan. Hehehe.
Hmm. .
Sejak tanggal 6 juni '11 kemaren ni, hari pertama gw ujian semester III, waduh, bakalan berabe nih urusannya, ya iya lah, namanya juga musibah 8 hari. Ampun dj. . .
*hari pertama.
Hari ini ujian kurang menangtang, just biology and civic. Just?? Preeett. . . . Hari sabtunya tanggal 4 juni, gw bela belain minjem buku biology di pustaka, akhirnya gw nemuin 3 versi buku biology, dtambah lagi ama buku bio amy alias celoy yg juga gw pinjam, udah 4 donk buku bio gw. Walaupun buku udah 4, tapi yang namanya pemalas tetap aja be lazy, cuma gw bolak balik aja, siap bahas bio, gw langsung berpindah haluan ke PKn yang tercinta, haa?? Tercinta?, mana bahan ajarnya stebel 1 buku lagi, udah ribet, repot, sulit bgt deh, mana bahas masalah politik lg, apaan tuh,? Kagak ngerti gw, kan dari awal gw udah emg gag suka ama dunia politik.
Pas hari Hnya, gw udah bangun lebih awal, gw buka lagi buku bio, gw bahas tentang sel, handehhh. . . . Di bio gw ktemu ama sel, eh di TI juga ketemu.
Dah, gw pun mandi dsb and go to my school. Eh pas di skolah, gw kira kelasnya masih sama kayak kelas uj smester kemaren, ternyata setelah survey membuktikan, gw di ruang 1, yang terbayang di pikiran gw ya susahnya ujian, hmm karena gw termasuk orang yang beruntung, tempat duduk gw di belakang, mana tempatnya sempit bgt, tapi masalah saling berbagi aman bgt. Duh capek, akhirnya ujian gw kelar juga hari ni*

hari kedua, ujian gw yaitu b.inggris ama sejarah, meles banget ngapalnya, b.inggris ya palingan yang keluar yang ituiyu aja, kalo sejarah ya pasti aman lah, kita TST aja lahh...

Hari ketiga, ujian gw B.Indonesia am TI, TI aanlah, tapi Cobe B.Indo mampus gw, malmnya gw cari buku gw malah gg ada, gw inget2 neh, ternyata eh ternyata, buku latihan gw dikumpulin ama guru.eh malah buku catatan ama buku cetaknya ketinggalan di dalam loker gw. haduhh sialnya.. allah ternyata sangat adil, " sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan", ternyata benar setelah gw ujian tentang B.Ind and TI, OK kok, fun-fun aja, gag ada kendala sama sekali..

wuu,, hari kamisnya kalo gg salah gw libur deh (*udah lupa) ya gw tinggal santai2 doank soalnya besok ujian B. Jepamg, dipikir pikir soal yang bakalan keluar ya gitu2 aja kayak yang udah pernah dikasih pas UH.Ujian cuma 1, ya ceepet pulangnya.

Jumat, 03 Juni 2011

HAWKING : SURGA ITU HANYA DONGENG

Hawking: Surga Itu Cuma Dongeng

Mayoritas umat beragama di Indonesia Meyakini adanya surga. Namun, dalam wawancara dengan The Guardian, fisikawan Stephen Hawking membantah hal itu. Dia mengatakan bahwa konsep kehidupan kekal dan surga hanyalah dongeng belaka.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/03/2148257620X310.jpg

 

    
Hawking mengatakan, kematian terjadi ketika otak berhenti bekerja.
      "Saya menganggap otak seperti komputer yang akan berhenti bekerja ketika      komponennya rusak. Tidak ada kehidupan setelah mati ataupun surga bagi komputer rusak itu. Semua itu cuma dongeng bagi orang-orang yang takut akan kegelapan," urai Hawking.

Dalam wawancara itu, Hawking juga mengemukakan bahwa terjadi fluktuasi kuantum pada masa awal semesta menciptakan galaksi, bintang, dan kehidupan, termasuk manusia.

"Ilmuwan memprediksikan bahwa ada banyak semesta yang tercipta secara spontan. Adalah masalah kesempatan saja kita ada di dalamnya," kata Hawking.

Pernyataan tersebut juga mempertegas isi buku The Grand Design karyanya yang dipublikasikan pada 2010. Buku itu menyatakan bahwa penciptaan semesta dan eksistensinya tak perlu peran serta Tuhan. Gagasan Hawking yang kontroversial itu menyulut perdebatan dengan para pemuka agama.

Pertanyaannya kemudian, ketika kehidupan kekal dan surga tak ada, apa yang harus dilakukan manusia dalam hidupnya? Hawking mengemukakan bahwa hakikat kehidupan adalah menemukan makna dari tindakan yang dilakukan. "Kita harus menemukan nilai tertinggi dari tindakan kita," cetus Hawking.

Hawking sendiri menyatakan bahwa ia tak takut mati.

"Saya telah hidup dengan prediksi kematian dini selama 49 tahun. Saya tak takut mati, tetapi saya juga tak buru-buru ingin mati. Saya masih punya banyak hal yang perlu saya lakukan," papar fisikawan yang juga menulis buku best seller A Brief History of Time pada tahun 1988 ini.

Dalam kesempatan wawancara itu, Hawking menyatakan, "Semesta diatur oleh sains. Tetapi sains mengatakan kepada kita bahwa kita tak bisa menyelesaikan persamaan secara langsung. Kita harus menggunakan teori seleksi alam Darwin untuk survive. Kita akan memberi mereka nilai tertinggi."

Hawking juga mengatakan sisi sains yang paling menarik bagi dirinya. "Sains menjadi menawan ketika mampu menjelaskan secara sederhana fenomena atau hubungan setiap observasi yang berbeda. Misalnya terkait struktur DNA double helix dalam ilmu biologi dan persamaan dasar fisika," ungkap Hawking.

Hawking diketahui mengidap penyakit neuron motorik sejak usia 21 tahun. Dokter memprediksi hidupnya tak akan lama, tetapi ternyata ia hidup hingga lima dekade setelah diagnosis penyakit itu. Kesempatan hidup lebih itu membuat Hawking merasa ia memiliki nilai kehidupan yang lebih.

Sumber :
sains.kompas.com